Pencarian

Kerajinan Tangan Khas Bengkulu: Jenis, Motif, dan Tempatnya

Senin, 07 September 2026 • 15:53:01 WIB
Kerajinan Tangan Khas Bengkulu: Jenis, Motif, dan Tempatnya
Kain Besurek dan kulit lantung tampil dalam pameran kerajinan khas Bengkulu di Jakarta.

Kerajinan tangan khas bengkulu memiliki karakter yang lahir dari pertemuan budaya Melayu, pengaruh Islam, kehidupan masyarakat pesisir, serta pemanfaatan bahan alam.

Dari kain Besurek yang dihiasi kaligrafi hingga kulit lantung yang diolah menjadi cendera mata, setiap benda membawa jejak lingkungan dan sejarah pembuatnya.

Kerajinan tangan khas bengkulu karena itu lebih tepat dipahami sebagai bagian dari pengetahuan budaya, bukan sekadar barang oleh-oleh.

Keistimewaan tersebut terlihat dari daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat Kain Besurek dan Kain Lantung sebagai warisan dalam domain kemahiran dan kerajinan tradisional Bengkulu.

Daftar yang sama juga memuat Serunai Bengkulu dan sejumlah tradisi kerajinan lainnya.

Mengapa Kerajinan Bengkulu Begitu Beragam?

Bahan dan bentuk kerajinan di Bengkulu berkembang mengikuti lingkungan sekaligus kebutuhan masyarakat.

Catatan penelitian mengenai perajin tradisional Bengkulu yang disimpan dalam repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendokumentasikan kerajinan yang menggunakan berbagai bahan untuk menghasilkan benda sehari-hari maupun karya budaya.

Sumber tersebut penting karena menunjukkan bahwa kerajinan tradisional bukan hanya aktivitas membuat cendera mata.

Pada awalnya, banyak hasil kerajinan dibuat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, perlengkapan adat, pakaian, alat tangkap, hingga kebutuhan sosial.

Bahan yang secara tradisional digunakan

Kayu.

Bambu.

Rotan.

Pandan.

Mensiang.

Ijuk.

Kulit kayu.

Kulit hewan.

Logam.

Benang.

Bahan alam lain yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Keanekaragaman bahan inilah yang membuat kerajinan Bengkulu tidak berhenti pada satu produk.

Batik Besurek, Identitas Visual Bengkulu

Jika harus memilih satu kerajinan yang paling mudah dikenali dari Bengkulu, Batik Besurek berada di posisi teratas.

Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya menjelaskan bahwa Kain Besurek merupakan batik tradisional Bengkulu yang diwariskan lintas generasi.

Ciri visual pentingnya adalah penggunaan motif bernuansa kaligrafi Arab yang kemudian berkembang dengan tambahan unsur flora dan fauna.

Indonesia Travel juga menjelaskan bahwa Besurek mencerminkan pertemuan pengaruh Islam dan tradisi Melayu Bengkulu.

Apa arti Besurek?

Istilah "Besurek" sering dipahami berkaitan dengan kain yang memiliki tulisan atau corak seperti tulisan. Karakter tersebut menjadi pembeda utama dibandingkan batik dari daerah lain.

Motif awal yang terdokumentasi meliputi:

Kaligrafi Arab.

Rembulan dengan kaligrafi.

Kaligrafi dan kembang melati.

Kaligrafi dan burung kuau.

Pohon hayat, burung kuau, dan kaligrafi.

Kaligrafi dengan cengkeh dan cempaka.

Kaligrafi dengan relung paku dan burung punai.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa motif Besurek bukan sekadar dekorasi. Unsur tulisan, tumbuhan, dan hewan dipadukan untuk menghasilkan bahasa visual yang khas Bengkulu.

Kerajinan Tangan Khas Bengkulu yang Paling Dicari: Kulit Lantung

Selain Besurek, kulit lantung merupakan salah satu produk yang sangat kuat identitas daerahnya.

Indonesia Travel memasukkan kerajinan kulit lantung sebagai salah satu produk yang patut dibeli ketika berkunjung ke Bengkulu. Produk yang dapat ditemukan antara lain tas, dompet, hiasan dinding, dan kotak suvenir.

Keunikan lantung terletak pada bahan dasarnya. Benda tersebut dibuat dari kulit kayu yang diolah menjadi lembaran dengan tekstur khas.

Dari bahan alam menjadi cendera mata

Proses tradisional kulit lantung memerlukan pengetahuan tentang pemilihan bahan, pengelupasan, pengolahan, dan pemukulan kulit agar menjadi lembaran yang dapat digunakan.

Dokumentasi Katalog Warisan Budaya Takbenda menjelaskan bahwa kulit lantung diambil melalui proses tertentu dari pohon lantung dan kemudian diproses menggunakan alat pukul tradisional agar dapat menjadi bahan kain.

Karakter tersebut membuat setiap lembaran tidak selalu terlihat identik. Serat, warna, dan teksturnya justru menjadi bagian dari daya tarik.

Dari Kain Lantung ke Produk Modern

Perubahan selera pasar tidak otomatis menghilangkan nilai tradisional lantung. Sebaliknya, bahan tersebut dapat diterjemahkan menjadi produk yang lebih sesuai dengan kehidupan modern.

Indonesia Travel mencatat bentuk produk seperti:

Tas.

Dompet.

Hiasan dinding.

Kotak suvenir.

Pengembangan bentuk tersebut penting karena tidak semua wisatawan membutuhkan kain tradisional sebagai pakaian. Produk fungsional membuat nilai budaya lebih mudah dibawa ke kehidupan sehari-hari.

Songket Bengkulu dan Kilau Benang Emas

Songket juga menjadi bagian dari kekayaan tekstil Bengkulu.

Indonesia Travel menjelaskan bahwa Songket Bengkulu dibuat menggunakan teknik tradisional dengan benang emas atau perak yang disisipkan di antara anyaman benang.

Kain ini digunakan dalam konteks upacara adat dan pernikahan serta memiliki kaitan dengan simbol status sosial.

Mengapa songket bernilai tinggi?

Proses pengerjaannya membutuhkan keterampilan.

Penenun harus menjaga ketepatan struktur anyaman.

Benang tambahan menghasilkan motif yang menonjol.

Pengerjaannya dapat memerlukan waktu panjang.

Pemakaiannya memiliki konteks sosial dan adat.

Karena itu, songket lebih tepat dipandang sebagai produk budaya bernilai tinggi daripada sekadar kain bermotif.

Anyaman Bambu, Rotan, dan Mensiang

Kerajinan Bengkulu juga memiliki tradisi anyaman yang bersumber dari tanaman lokal.

Catatan mengenai adat dan teknologi tradisional Bengkulu mendokumentasikan pemanfaatan bambu dan rotan untuk membuat berbagai kebutuhan rumah tangga seperti keranjang, bakul, tikar, ayakan, serta wadah lainnya.

Data kebudayaan juga mencatat Anyam Rotan di Desa Bentangur, Anyam Bambu di Desa Bentangur, dan Anyaman Mensiang di Desa Bentangur sebagai bagian dari pencatatan kerajinan tradisional Bengkulu.

Mengapa anyaman tetap penting?

Anyaman memperlihatkan prinsip sederhana tetapi mendalam: bahan yang tersedia di alam diolah menjadi benda yang berguna.

Bentuknya mungkin terlihat sederhana, tetapi pembuatan anyaman membutuhkan:

Ketelitian memilih bahan.

Kemampuan membelah atau meraut.

Pengaturan ketebalan.

Penguasaan pola.

Konsistensi tekanan saat menganyam.

Pemahaman mengenai kekuatan dan kelenturan bahan.

Nilai tersebut sulit digantikan oleh produk pabrikan karena keterampilan tangan menjadi bagian dari produknya.

Kerajinan Kayu dan Ukiran Tradisional

Kayu juga memiliki tempat dalam sejarah kerajinan masyarakat Bengkulu.

Dokumentasi kebudayaan tradisional menyebut pertukangan kayu sebagai salah satu bentuk keterampilan masyarakat, dengan hasil seperti sarung dan hulu senjata, alat rumah tangga, sangkar, serta berbagai perlengkapan lainnya.

Pada perkembangan modern, bentuk kerajinan kayu dapat diarahkan menjadi dekorasi rumah, cendera mata, miniatur, maupun benda fungsional.

Yang menarik adalah pergeseran fungsi tersebut. Dahulu keterampilan pertukangan berkaitan erat dengan kebutuhan hidup sehari-hari; sekarang prinsip yang sama dapat menghasilkan produk ekonomi kreatif.

Serunai Bengkulu sebagai Kerajinan Tradisional

Kerajinan tidak selalu berbentuk kain atau suvenir dekoratif.

Data Warisan Budaya Takbenda Indonesia memasukkan Serunai Bengkulu dalam domain kemahiran dan kerajinan tradisional.

Hal ini memperlihatkan hubungan erat antara kerajinan dan seni pertunjukan. Alat musik tradisional membutuhkan kemampuan memilih bahan, membentuk bagian instrumen, dan menghasilkan ukuran yang memungkinkan alat tersebut berfungsi secara musikal.

Dengan demikian, benda yang dibuat dengan tangan dapat sekaligus menjadi bagian dari sistem budaya yang lebih besar.

Tempat Mencari Kerajinan di Bengkulu

Bagi wisatawan, menemukan kerajinan tidak selalu berarti harus langsung mendatangi rumah perajin.

Kawasan Anggut Atas di Kota Bengkulu merupakan salah satu titik yang praktis untuk berburu oleh-oleh.

Salah satu sumber melaporkan pada 1 September 2026 bahwa kawasan tersebut memiliki belasan kios oleh-oleh dan menyediakan berbagai produk khas, termasuk batik Besurek serta suvenir berbentuk Rafflesia.

Indonesia Travel juga merekomendasikan Toko Sari Rasa sebagai salah satu tempat membeli oleh-oleh Bengkulu. Di sana terdapat produk kulit lantung seperti tas, dompet, hiasan dinding, dan kotak suvenir.

Cita Rasa Rossy juga menawarkan berbagai suvenir dan kerajinan kulit lantung, selain makanan khas.

Strategi belanja yang lebih baik

Cari tahu bahan utama produk.

Tanyakan asal produk.

Periksa apakah dibuat oleh perajin lokal.

Bandingkan kualitas, bukan hanya harga.

Untuk kain, periksa kerapian motif dan jahitan.

Untuk lantung, amati serat dan kondisi permukaan.

Untuk anyaman, periksa kekuatan sambungan.

Simpan informasi perajin jika ingin membeli dalam jumlah besar.

Membeli langsung dari perajin atau sentra resmi juga membantu menjaga perputaran ekonomi lokal.

Cara Membedakan Oleh-Oleh Biasa dan Kerajinan Bernilai Budaya

Tidak semua barang dengan label "khas Bengkulu" otomatis merupakan kerajinan tradisional.

Ada beberapa pertanyaan yang dapat digunakan saat berbelanja.

Periksa unsur lokalnya

Apakah bahan, motif, atau tekniknya memiliki hubungan dengan Bengkulu?

Tanyakan proses pembuatannya

Produk buatan tangan biasanya memiliki detail yang sedikit berbeda antarunit. Ketidaksempurnaan kecil tidak selalu berarti cacat; justru dapat menjadi tanda proses manual.

Perhatikan motif

Untuk Besurek, keberadaan kaligrafi dan unsur flora-fauna khas dapat menjadi petunjuk visual. Untuk lantung, tekstur kulit merupakan salah satu ciri yang paling mudah diamati.

Tanyakan fungsi

Kerajinan yang baik tidak hanya cantik sebagai pajangan, tetapi memiliki hubungan dengan fungsi budaya atau kehidupan masyarakat.

Kerajinan sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

Nilai kerajinan tidak berhenti pada pelestarian budaya. Ada potensi ekonomi yang besar apabila kualitas, desain, pemasaran, dan perlindungan kekayaan intelektual berjalan bersama.

Kementerian Hukum Bengkulu pada 2025 menekankan bahwa indikasi geografis dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas, melindungi keaslian, dan meningkatkan nilai produk kerajinan lokal.

Hal tersebut relevan untuk Bengkulu karena produk tradisional memiliki hubungan kuat dengan nama daerah.

Peluang pengembangan produk

Besurek dapat dikembangkan menjadi pakaian modern, tas, syal, dan aksesori.

Lantung dapat dikembangkan menjadi tas, dompet, dekorasi, dan kemasan premium.

Anyaman dapat diarahkan menjadi dekorasi rumah dan perlengkapan interior.

Songket dapat dikembangkan untuk busana formal dan produk fesyen.

Motif lokal dapat diterapkan pada produk kreatif dengan tetap menjaga konteks budaya.

Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara inovasi dan keaslian.

FAQ

Apa kerajinan Bengkulu yang paling terkenal?

Batik Besurek dan kerajinan kulit lantung termasuk yang paling dikenal. Keduanya juga tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. RReferensi Data Kemdikbud

Apa ciri khas Batik Besurek?

Ciri utamanya adalah motif yang memiliki unsur kaligrafi Arab, kemudian dipadukan dengan flora dan fauna seperti Rafflesia, burung kuau, dan berbagai tumbuhan. KKebudayaan

Kulit lantung dibuat dari apa?

Kulit lantung dibuat dari kulit kayu yang diolah menjadi lembaran dan kemudian dapat digunakan sebagai bahan berbagai produk kerajinan. SScribd

Di mana membeli kerajinan Bengkulu?

Kawasan Anggut Atas merupakan salah satu sentra oleh-oleh di Kota Bengkulu. Toko Sari Rasa dan Cita Rasa Rossy juga menyediakan produk kerajinan, termasuk kulit lantung. RRRI+2

Apakah songket termasuk kerajinan khas Bengkulu?

Ya. Songket Bengkulu merupakan kain tenun tradisional yang menggunakan benang emas atau perak dan memiliki fungsi penting dalam konteks adat serta upacara.

Penutup

Bengkulu menyimpan cerita yang dapat disentuh melalui kain, serat kayu, anyaman, benang, dan ukiran. Setiap produk memperlihatkan cara masyarakat mengubah bahan alam dan pengetahuan turun-temurun menjadi sesuatu yang berguna sekaligus indah.

Karena itu, membawa pulang kerajinan tangan khas bengkulu bukan hanya membawa suvenir, tetapi juga membawa sepotong cerita tentang tangan-tangan yang menjaga budaya tetap hidup.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks