BENGKULU — Museum Batik Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, punya cara berbeda memperkenalkan batik kepada pengunjung. Alih-alih hanya memandangi koleksi di balik kaca, pengunjung diajak memegang canting dan membuat batik tulis sendiri. Workshop ini rutin digelar di Ruang Lokakarya museum.
Peralatan dari Perajin Bantul
Hampir seluruh alat batik di ruang lokakarya dipesan dari perajin di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mulai dari canting, kompor listrik, hingga meja khusus batik cap. Kain yang digunakan adalah mori berukuran sekitar 30 x 30 sentimeter.
Pilih Motif, Lalu Tracing
Peserta bisa memilih beberapa motif sebelum mulai. Ada ceplok, megamendung, parang, kawung, hingga motif bunga teratai dan bunga matahari. Setelah motif ditentukan, tahap berikutnya adalah tracing atau menggambar pola di kain mori menggunakan pensil.
Menunggu Malam Mencair
Sambil menggambar, kompor listrik dinyalakan untuk memanaskan malam. Aroma khasnya langsung tercium, disusul asap tipis tanda lilin mulai mencair. Proses ini butuh sekitar 10 menit.
Selama menunggu, peserta memindahkan kain ke pemidangan, alat bulat untuk merentangkan dan mengencangkan kain. Pemidangan berfungsi menahan kain agar tidak mengerut saat malam digoreskan.
Cara Pegang Canting yang Benar
Edukator Museum Batik Indonesia, Melvi Ilya Herdiana, memandu langsung tahap inti ini. Menurut dia, posisi canting berbeda dengan cara memegang pensil.
"Nah, cara pegangnya berlawanan dari cara pegang pensil. Kalau pegang canting, (lubang untuk keluar malam) diarahkan lebih naik. Ini untuk mengatur tetesan dengan malam panasnya, biar nggak terlalu banyak. Cantingnya (dipegang) 45 derajat," kata Melvi kepada detikTravel, Rabu (9/9/2026).
Malam tidak perlu diambil sampai memenuhi canting. Cairan malam mudah membeku begitu terkena udara, jadi cukup sedikit saja. Peserta juga wajib memakai celemek agar malam yang jatuh tidak mengenai pakaian.
Ujian Kesabaran di Atas Kain
Goresan malam harus mengikuti pola yang sudah digambar. Di tahap ini ketenangan dan kesabaran peserta benar-benar diuji. Prosesnya sekitar 10 menit, tergantung kepiawaian masing-masing orang.
Setelah pola selesai, peserta boleh mengisi sisi kain yang masih kosong. Umumnya mereka menuliskan nama atau simbol khusus sebagai penanda karya sendiri. Total rangkaian membatik ini memakan waktu kurang lebih 30 menit.
Jadwal dan Harga Tiket
Workshop mencanting digelar setiap Selasa-Minggu di Museum Batik Indonesia TMII. Ada dua sesi: pukul 10.00 WIB khusus rombongan dan pukul 13.00 WIB khusus perorangan.
Tiket dibeli langsung di tempat. Tarifnya Rp 25.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 35.000 untuk wisatawan mancanegara. Hasil karya boleh dibawa pulang.
Bagi traveler yang ingin liburan keluarga bernuansa edukasi, workshop ini bisa jadi pilihan setengah hari di Jakarta. Datang lebih awal agar tidak kehabisan slot sesi perorangan.