BENGKULU — BYD Sealion 8 kembali tertangkap kamera sedang menjalani uji jalan di Indonesia, masih dibungkus kamuflase dengan pelat nomor EV. Nama SUV besar ini sudah muncul dalam data Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 lewat tiga kode kendaraan, dengan NJKB Rp259 juta sampai Rp272 juta. Namun angka itu bukan harga jual, dan BYD Indonesia belum buka suara soal jadwal peluncuran resminya.
Penampakan unit berstiker kamuflase di jalan raya Indonesia memperkuat dugaan BYD sedang menyiapkan model baru untuk pasar lokal. Foto yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan bagian belakang kendaraan, tapi desain lampu belakangnya disebut mirip dengan Sealion 8 yang sudah diperkenalkan di pasar global.
Unit yang menjalani pengujian tersebut memakai pelat nomor EV. Petunjuk ini mengarah pada kendaraan dengan sistem elektrifikasi, sejalan dengan posisi Sealion 8 yang tersedia dalam pilihan PHEV dan BEV di pasar global.
Tiga Kode Kendaraan Muncul di Data Permendagri
Nama Sealion 8 sebelumnya sudah mencuat lewat data Permendagri Nomor 11 Tahun 2026. Tercatat tiga kode kendaraan yang diduga berkaitan dengan model ini: SRE-AWD-30, SRE-RWD-10, dan SRE-RWD-20.
Kemunculan kode tersebut menunjukkan model ini sudah masuk proses administrasi kendaraan di Indonesia. Secara global, Sealion 8 memang tersedia dalam beberapa pilihan sistem penggerak elektrifikasi, jadi tiga kode berbeda itu masuk akal.
NJKB Rp259 Juta-Rp272 Juta Bukan Harga Jual
Dalam data yang sama, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) untuk ketiga kode tersebut berada di kisaran Rp259 juta sampai Rp272 juta. Angka ini sering disalahartikan sebagai harga jual, padahal NJKB adalah salah satu dasar penghitungan pajak kendaraan bermotor.
Harga yang dibayar konsumen nanti masih dipengaruhi pajak, biaya distribusi, dan penetapan harga dari pabrikan. Jadi angka NJKB tidak bisa dipakai sebagai patokan langsung harga di dealer.
Nama Sealion 08 di China, Sealion 8 di Pasar Ekspor
Di negara asalnya, model ini dikenal sebagai BYD Sealion 08. Nama Sealion 8 dipakai di sejumlah pasar ekspor. Dimensinya cukup besar: panjang 5.115 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, dan jarak sumbu roda 3.030 mm.
Ukuran tersebut menempatkannya di kelas SUV besar, dengan konfigurasi lima atau enam penumpang. Desain eksteriornya mengikuti bahasa visual keluarga Ocean Series, mulai dari lampu depan terpisah yang tipis, pegangan pintu semi-tersembunyi, sampai lampu belakang membentang.
Kabinnya mengusung pendekatan minimalis dengan tata letak sederhana. Untuk versi Indonesia, detail perlengkapan interior belum bisa dipastikan, termasuk konfigurasi kursi dan perangkat standar yang akan dibawa.
PHEV Pakai Mesin Turbo 1,5 Liter dan Blade Battery
Versi plug-in hybrid Sealion 8 mengandalkan mesin bensin turbo 1,5 liter yang bekerja bersama motor listrik. Mesin tersebut menghasilkan sekitar 156 hp, sementara tenaga total sistem berbeda tergantung konfigurasi penggerak.
Varian AWD memakai dua motor listrik dengan tenaga gabungan hingga 544 hp berdasarkan data peluncuran China. Versi penggerak dua roda hanya memakai satu motor listrik dengan output lebih rendah.
Baterainya menggunakan Blade Battery berbasis LFP berkapasitas sekitar 55,8 kWh. Pada konfigurasi tertentu, jarak tempuh listrik mencapai 400 km berdasarkan standar CLTC. Sementara versi BEV diklaim bisa menempuh sekitar 800-900 km CLTC, tergantung baterai dan sistem penggeraknya.
Dengan sistem PHEV, Sealion 8 bisa dipakai untuk perjalanan harian dengan tenaga listrik, sementara mesin bensin memberi fleksibilitas saat daya baterai berkurang. Namun belum ada kepastian apakah seluruh pilihan PHEV akan ditawarkan di Indonesia.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menunggu Peluncuran
- BYD Indonesia belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran Sealion 8
- Varian yang akan dipasarkan di Tanah Air masih belum diketahui
- NJKB Rp259 juta-Rp272 juta bukan harga jual, hanya dasar penghitungan pajak
- Spesifikasi khusus untuk Indonesia masih terbuka, termasuk konfigurasi kursi dan fitur interior
Penampakan unit uji jalan ini setidaknya memberi sinyal bahwa proses pengujian lokal sudah berjalan. Kalau mengikuti pola peluncuran BYD sebelumnya di Indonesia, pengumuman resmi biasanya menyusul beberapa waktu setelah unit uji mulai terlihat di jalanan.