BENGKULU — Pertamina kembali memperbarui daftar harga bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Sumatera per hari ini, Minggu (21/6/2026). Mengacu pada situs resmi mypertamina.id, tidak ada penyesuaian harga sejak pembaruan tiga hari lalu. Bagi warga Palembang, Aceh, atau Lampung, angka-angka ini bisa langsung dipakai patokan sebelum mengisi tangki.
Pertalite dan Biosolar Tetap, Pertamax Turbo Rp21.200
BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Biosolar tidak bergerak. Harganya hanya bisa berubah jika ada keputusan dari pemerintah pusat. Untuk BBM nonsubsidi, berikut daftar lengkapnya:
- Pertamax (RON 92): Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp21.200 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp18.700 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp20.200 per liter
Kenapa Harga BBM di Sumatera Lebih Mahal dari Jawa?
Selisih harga BBM nonsubsidi antara Sumatera dan Jawa bukan hal baru. Pertamax di Sumatera misalnya, konsisten lebih mahal beberapa ratus rupiah dibandingkan harga di Pulau Jawa. Penyebabnya adalah perbedaan biaya distribusi dan operasional antar-regional. Pertamina menerapkan skema harga zonasi yang membuat setiap wilayah punya struktur biaya sendiri. Jadi, bukan karena kualitas BBM-nya berbeda.
Cek Harga Resmi dan Hindari Informasi Palsu
Jangan mudah percaya dengan tangkapan layar harga BBM yang beredar di grup WhatsApp. Satu-satunya sumber terpercaya adalah situs resmi mypertamina.id atau aplikasi MyPertamina. Di aplikasi, ada menu “Harga BBM” yang menampilkan angka resmi hari itu, plus fitur “Lokasi SPBU” untuk menemukan pom bensin terdekat. Pastikan SPBU yang kamu datangi adalah SPBU resmi Pertamina, bukan mini-pom ilegal yang tidak terikat harga resmi.
Kapan Harga Bisa Berubah Lagi?
Pertamina biasanya mengevaluasi harga BBM nonsubsidi setiap awal bulan, mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Pembaruan berikutnya diperkirakan pada 1 Juli 2026. Namun, jika ada gejolak harga minyak global secara mendadak, Pertamina bisa mengumumkan perubahan di luar jadwal lewat situs resmi dan siaran pers. Untuk BBM bersubsidi, perubahan hanya terjadi jika pemerintah mengeluarkan kebijakan baru.