BENGKULU TENGAH — Kekurangan pendaftar murid baru terjadi di seluruh SMP Negeri di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kondisi paling kritis dialami SMP Negeri 25, yang hingga Sabtu (4/7/2026) baru menerima enam pendaftar dari total kuota satu rombongan belajar (rombel) sebanyak 32 murid.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pembinaan SMP Dikbud Bengkulu Tengah, Sulianto, memastikan kekurangan jumlah siswa tidak akan mengurangi jumlah rombel di setiap sekolah. "Memang hingga saat ini (4/7), jumlah pendaftar murid baru di setiap sekolah masih belum bisa memenuhi kuota, akan tetapi dipastikan rombel tidak akan dikurangi. Jadi akan ada rombel yang jumlah muridnya di bawah 32 orang," jelas Sulianto.
Idealnya 32 Murid per Rombel, Kenyataannya Hanya 6
Aturan yang ditetapkan Dikbud Bengkulu Tengah menyebutkan jumlah maksimal satu rombel adalah 32 murid. Dengan kebijakan tersebut, setiap SMP tetap bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar meski kuota tidak terpenuhi.
Kepala SMP Negeri 25, Supriyanto, membenarkan kondisi sekolahnya. "Hingga Sabtu (4/7) ini, saya dapat laporan dari panitia SPMB, kita baru dapat 6 murid baru. Jika pun tidak bertambah, 1 rombel ini tetap berjalan untuk tahun ajaran baru ini," ujar Supriyanto.
Jumlah Lulusan SD Hanya 1.703, Kuota SMP 2.526
Data dari Dikbud Bengkulu Tengah menunjukkan jumlah lulusan SD di daerah itu sebanyak 1.703 murid. Angka ini lebih rendah dari total kuota SPMB SMP Negeri yang mencapai 2.526 kursi. Artinya, secara keseluruhan, kebutuhan murid baru tidak akan terpenuhi bahkan jika semua lulusan SD mendaftar.
Penutupan masa pendaftaran SPMB tingkat SMP di Bengkulu Tengah ditetapkan pada 7 Juli mendatang. Belum ada kebijakan lanjutan dari Dikbud jika hingga batas akhir kuota masih jauh dari target.