BENGKULU — Kepala Disdikbud Kota Bengkulu Ilham Putra menyatakan pihaknya akan menjamin tidak ada satu pun anak usia sekolah yang kehilangan hak pendidikan hanya karena gagal dalam proses SPMB. Orang tua yang anaknya belum tertampung hingga hari terakhir pendaftaran diminta datang langsung ke kantor dinas di Jalan Meranti, Panorama, Kecamatan Singaran Pati.
Mekanisme Penempatan: Dipetakan ke Sekolah dengan Sisa Kuota
Setiap laporan yang masuk akan melalui proses pendataan terlebih dahulu. Tim Disdikbud kemudian memetakan sekolah-sekolah negeri di Kota Bengkulu yang masih memiliki daya tampung rombongan belajar (rombel).
"Kami akan membantu mengarahkan mereka ke sekolah yang masih memiliki kuota rombongan belajar," ujar Ilham dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (19/2).
Penempatan ini diprioritaskan bagi lulusan pendidikan dasar yang akan melanjutkan ke jenjang SMP. Disdikbud optimistis seluruh kuota rombel yang tersedia mampu menampung semua calon peserta didik yang melapor.
Hindari Favoritisme: Seluruh Sekolah Negeri Dinilai Setara
Ilham juga mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah yang dianggap favorit. Menurutnya, kualitas layanan pendidikan di seluruh SD dan SMP negeri di Kota Bengkulu saat ini telah memenuhi standar yang sama.
"Yang terpenting adalah anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Saat ini seluruh SD dan SMP di Kota Bengkulu telah memiliki standar pelayanan yang setara," kata Ilham.
Pemerintah Kota Bengkulu, lanjutnya, berkomitmen memberikan kesempatan pendidikan yang merata. Karena itu, tidak boleh ada siswa yang kehilangan hak untuk bersekolah hanya karena belum memperoleh tempat saat proses SPMB berlangsung.
Target: Seluruh Lulusan SD Tertampung di Tahun Ajaran Baru
Melalui koordinasi dan pendataan menyeluruh, Disdikbud menargetkan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar hingga seluruh kuota rombongan belajar terpenuhi. Orang tua yang mengalami kendala diimbau tidak menunda untuk melapor agar penanganan bisa dilakukan sebelum tahun ajaran baru dimulai.