Pencarian

77 Persen Wisatawan Global Masukkan Supermarket ke Itinerary, Jadi Cara Baru Kenal Budaya Lokal

Rabu, 19 Agustus 2026 • 10:15:31 WIB
77 Persen Wisatawan Global Masukkan Supermarket ke Itinerary, Jadi Cara Baru Kenal Budaya Lokal
Wisatawan global kini menjadikan supermarket sebagai bagian dari itinerary perjalanan untuk mengenal budaya lokal.

BENGKULU — Hilton 2026 Trends Report mencatat pergeseran signifikan perilaku wisatawan global. Riset yang melibatkan lebih dari 14 ribu responden dari 14 negara itu menunjukkan supermarket kini masuk dalam daftar tujuan perjalanan, bukan hanya tempat singgah untuk memenuhi kebutuhan harian.

Laporan tersebut, seperti dilansir BBC pada Selasa (18/8/2026), menegaskan bahwa wisatawan mencari pengalaman lebih bermakna yang terhubung dengan budaya lokal. Berburu camilan khas, minuman lokal, hingga bumbu masak di rak-rak supermarket dinilai menawarkan autentisitas yang tidak selalu didapat dari kunjungan ke monumen atau museum. Dari Sekadar Belanja ke Pengalaman Wisata

Kegiatan yang dulu dianggap sepele ini berubah menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan dapat mencicipi beragam produk lokal tanpa biaya besar, sekaligus menemukan rasa atau bahan yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Di Tokyo, misalnya, pengunjung mudah menemukan sandwich telur, roti katsu, cokelat rasa matcha, hingga kopi kaleng hangat di minimarket.

Keunggulan lain, berbelanja di supermarket memberikan gambaran riil tentang keseharian warga. Pilihan menu sarapan, varian produk yang memenuhi rak, hingga kebiasaan memilih makanan menjadi cermin pola konsumsi suatu negara. Suasana alami di dalam toko—orang mengantre membeli kebutuhan makan malam atau menyiapkan bekal—menjadikan supermarket semacam jendela kecil untuk memahami budaya pangan sehari-hari. Camilan Supermarket dan Memori Perjalanan

Makanan yang ditemukan saat bepergian sering terasa lebih istimewa dibanding produk serupa yang dinikmati di rumah. Kesan ini bukan hanya soal rasa, melainkan juga dipengaruhi suasana tempat, momen perjalanan, serta kenangan yang terbentuk saat pertama kali mencicipinya.

Sebungkus keripik dengan rasa unik atau minuman khas lokal bisa menjadi pengingat kecil tentang suasana destinasi yang pernah dikunjungi. Produk tersebut akhirnya bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari memori liburan yang bisa menghadirkan kembali pengalaman perjalanan. Batas Popularitas dan Gangguan Fungsi Supermarket

Meski tren ini positif, popularitas berlebih bisa mengganggu fungsi utama supermarket sebagai ruang publik sehari-hari. Gerai Lawson di Kawaguchiko, Jepang, pernah menjadi lokasi favorit berfoto dengan latar Gunung Fuji. Lonjakan wisatawan yang datang untuk berfoto mendorong otoritas setempat mengatur kerumunan agar aktivitas pengunjung tidak mengganggu lingkungan maupun warga sekitar.

Kasus ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara daya tarik wisata dan kenyamanan warga lokal menjadi tantangan yang perlu dikelola. Bagi pelaku industri pariwisata dan ritel, fenomena ini membuka peluang kolaborasi baru, namun tetap harus memperhatikan keberlanjutan ruang publik.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks