BENGKULU — Tangis haru pecah di tengah puing-puing rumah yang hangus saat Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, meninjau langsung lokasi kebakaran di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Pj Sekda Medy Pebriansyah, Kadinsos Afriyenita, Kalaksa BPBD I Made Ardana, serta Camat Ratu Samban Novi Wahyudi.
Dedy tampak emosional menyaksikan langsung bangunan rumah dan bedengan warga yang rata dengan tanah. Ia pun mendatangi para korban satu per satu untuk memberikan dukungan moral di tengah musibah yang menghanguskan 21 rumah tersebut.
Dapur Umum dan Posko Donasi Langsung Beroperasi
Langkah cepat langsung diambil Pemkot Bengkulu. Selain memastikan api telah padam dan terlokalisasi, Dedy menegaskan bahwa dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan logistik para korban.
"Pertama, tim PBK sudah memadamkan dan melokalisasi api agar tidak meluas. Kedua, saya datang langsung untuk memastikan pendirian dapur umum," ujar Dedy dalam keterangannya di lokasi, kemarin.
Pemkot Bengkulu memastikan bantuan logistik dan operasional dapur umum akan terus disiagakan hingga kondisi warga pulih. Dedy juga mengajak masyarakat Kota Bengkulu untuk menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai atau donasi lainnya langsung ke posko dapur umum yang telah disiapkan.
Pendampingan Trauma Khusus Disiapkan untuk Anak-Anak
Selain bantuan fisik, penanganan pemulihan trauma atau trauma healing menjadi prioritas, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban kebakaran. Dedy menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya soal logistik, tetapi juga pendampingan psikologis.
"Sebelum masyarakat bisa mandiri, dapur umum dan posko donasi tetap dibuka. Kami ingin mendampingi warga yang sedang berduka. Bagi anak-anak, kami siapkan pendampingan untuk memulihkan trauma mereka. Inilah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat," tegas Dedy.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Polisi
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dedy menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada aparat berwenang dan menyatakan belum menerima laporan resmi terkait asal mula api.
"Masih dalam penyidikan pihak kepolisian dan sampai saat ini kami belum menerima laporan resminya," jelasnya.
Waspada Cuaca Ekstrem, Api Cepat Merambat Saat Kemarau
Mengingat kondisi cuaca ekstrem belakangan ini, Dedy mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Ia menyebut dalam sepekan terakhir saja sudah terjadi musibah kebakaran di tiga lokasi berbeda di Kota Bengkulu.
"Kami mengimbau warga untuk lebih waspada. Di musim kemarau dengan cuaca panas dan angin kencang seperti ini, api sangat cepat merambat. Dalam sepekan terakhir saja sudah terjadi musibah kebakaran di tiga lokasi. Kita berharap ini menjadi yang terakhir," pungkasnya.