BENGKULU — Jakarta — Minyak sawit merah, produk hilir kelapa sawit yang kaya nutrisi, tengah didorong menjadi komoditas strategis nasional. Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian IPB University, Prof Endang Prangdimurti, menyatakan komoditas ini mengandung tokoferol, tokotrienol, karotenoid, dan squalene yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
“Jadi, memang minyak sawit merah ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi,” katanya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Kandungan Gizi dan Manfaat Klinis bagi Tubuh
Endang menjelaskan, pro-vitamin A yang terkandung di dalamnya berperan penting dalam mengatur gen untuk hormon pertumbuhan, menjaga sistem imun, serta mencegah infeksi pencernaan. Sementara itu, squalene berfungsi dalam pembentukan kolesterol baik yang menjadi faktor penting untuk perkembangan otak.
Ia menambahkan, manfaat kesehatan minyak sawit merah mencakup pencegahan penyakit kardiovaskular hingga gangguan kognitif seperti alzheimer dan parkinson. Karena itu, produk ini direkomendasikan dikonsumsi dalam bentuk suplemen, bukan sekadar minyak goreng.
“Penyajian produk minyak sawit merah bisa seperti minyak ikan. Jadi, minyak sawit merah dikonsumsi oleh manusia untuk suplemen,” ujarnya.
Strategi Distribusi melalui Koperasi Desa Merah Putih
Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, mendorong produk ini didistribusikan melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, ekosistem industri minyak sawit merah yang terbangun akan menumbuhkan kantung-kantung ekonomi baru di desa, khususnya di sekitar perkebunan dan pabrik kelapa sawit.
Suroto meyakini, produksi dalam skala industri rumahan akan mendorong pemerataan ekonomi. “Produk-produk unggulan seperti minyak sawit merah kita harapkan akan muncul dari industri-industri rumah tangga di berbagai daerah. KDMP diharapkan bisa menjadi jaringan bisnis dan ruang promosi bagi produk-produk unggulan tersebut,” harapnya.
Dampak Ekonomi dan Stabilitas Harga TBS Petani
Secara ekonomi, hilirisasi sawit dalam bentuk minyak sawit merah berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Suroto menambahkan, produk ini juga dapat berkontribusi pada stabilitas harga tandan buah segar (TBS) koperasi petani serta meningkatkan daya saing industri sawit nasional.
“Hilirisasi sawit dalam bentuk produk minyak sawit merah tentu akan memberi nilai tambah baik secara ekonomi dan sosial. Dampak-dampak positif tersebut akan dirasakan langsung masyarakat di desa-desa,” pungkasnya.
Selama ini, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mendorong inovasi sawit dan pengembangan produk hilir bernilai tambah melalui program penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit. Minyak sawit merah menjadi salah satu produk unggulan yang diharapkan dapat diterima luas oleh masyarakat.