Pencarian

Warga Petukangan Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu Lidi, Omzet Capai Rp 1,75 Juta per Bulan

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 10:45:31 WIB
Warga Petukangan Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu Lidi, Omzet Capai Rp 1,75 Juta per Bulan
Warga Petukangan Utara mengolah botol plastik bekas menjadi sapu lidi dengan dua varian ukuran, yaitu sapu jalan dan sapu kasur.

BENGKULU — Kreativitas warga dalam mengelola sampah anorganik berbuah nilai ekonomi nyata. Melalui program daur ulang yang berjalan lima bulan terakhir, botol plastik bekas yang sebelumnya menjadi limbah rumah tangga kini disulap menjadi sapu lidi dengan dua varian ukuran: sapu jalan dan sapu kasur.

Ketua RT 005/RW 002 Petukangan Utara, Syaifullah, mengungkapkan produksi harian mencapai 10 unit sapu. Dengan harga jual Rp 35 ribu untuk sapu besar dan Rp 25 ribu untuk ukuran kecil, omzet bulanan komunitas ini diperkirakan menyentuh angka Rp 1,75 juta dari total penjualan 50 unit.

Proses Produksi Sapu Lidi dari Botol Bekas

Pembuatan sapu lidi plastik membutuhkan beberapa tahapan yang dikerjakan secara manual. Botol bekas yang terkumpul dari warga dan tempat olahraga sekitar terlebih dahulu diratakan menggunakan udara panas dari mesin pengering rambut, kemudian dipotong memanjang.

Potongan botol tersebut selanjutnya dipadatkan menggunakan alat otodidak hingga menyerupai lidi sepanjang 70 sentimeter. Untuk satu sapu jalan diperlukan 150 batang lidi plastik, sementara sapu kasur membutuhkan 50 batang.

Permintaan Lintas Pulau dan Keunggulan Produk

Syaifullah menyebut pasar penjualan sapu lidi plastik ini tidak hanya lokal. Pesanan telah masuk dari berbagai daerah, menunjukkan potensi pasar yang lebih luas.

"Pasar penjualannya juga cukup luas, ada yang pesan dari Sulawesi, Makasar, trus Jawa Timur juga ada. Dalam satu bulan kami mampu menjual hingga 50 pcs sapu lidi plastik ini," ujarnya kepada Katadata.co.id.

Dibandingkan sapu lidi konvensional, produk daur ulang ini memiliki keunggulan pada daya tahan. Setiap batangannya lebih kuat, dan sapu lebih mudah dibersihkan dari kotoran yang menempel.

Program Lingkungan yang Menghasilkan

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya. Respons warga terhadap program ini cukup positif, dengan partisipasi aktif dalam menyumbangkan botol plastik bekas.

"Saya kan share juga, siapa yang mau sedekah botol, mereka (warga) mengantarkan sendiri sampahnya ke kami," kata Syaifullah.

Selain mengurangi volume sampah plastik di lingkungan, program ini memberikan dampak ganda bagi warga: kreativitas terasah dan penghasilan tambahan mengalir. Syaifullah berharap kegiatan ini dapat berkembang lebih besar, seiring meningkatnya kesadaran warga akan nilai ekonomi dari sampah.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks